Lanjutan... Jakarta Tenggelam 2.

Diprediksi Jakarta Tenggelam
Ibu Kota Disarankan Pindah

(CiriCara.com) – Hingga saat ini tanah di Jakarta masih terus mengalami penurunan atau amblas. Bahkan, selama 1 tahun penurunan tanah di Jakarta rata-rata mencapai lebih dari 25 cm. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun memprediksi Jakarta tenggelam 25 tahun lagi. Menanggapi prediksi tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya menyarankan agar ibu kota dipindah ke kota lain. “Kalau 25 tahun lagi Jakarta tenggelam, pindahkan saja ibu kotanya,” katanya, seperti dikutip dari detik..com, Senin (1/4/2013). 

Menurut Barth, sapaan akrab Balthasar, kemungkinan Jakarta tenggelam bisa dicegah asalkan pemerintah berani mengambil sikap tegas mengenai tata ruang kota. Barth menilai tata kota di DKI Jakarta saat ini perlu dibenahi kembali. “Pemerintah DKI harus tegas melaksanakan tata kota, tapi kalau tata kota sulit diatur, pindahkan saja ibu kotanya,” ujar Barth di acara Rakornas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Air Tanah LIPI memprediksikan Jakarta akan tenggelam 25 tahun lagi jika air tanah di Jakarta tak kunjung diperbaiki. 

Pasalnya, air tanah yang dipakai secara berlebihan nantinya akan habis dan membuat sebuah rongga di dalam tanah yang akan mengakibatkan tanah menjadi amblas. Menurut LIPI, krisis air tanah di Jakarta bisa dicegah dengan cara membuat sumur resapan. Nantinya sumur resapan ini akan berfungsi sebagai recharge untuk mengisi ulang air tanah yang sudah dipakai. Sumur resapan juga dinilai lebih menguntungkan dibanding deep tunnel. Masyarakat Jakarta juga diminta agar lebih bijak lagi dalam menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menghemat penggunaan air tanah bisa mencegah Jakarta tenggelam lebih.























-----------------------------------------

Tahun 2050 Jakarta Diprediksi Tenggelam


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wilayah Jakarta diprediksikan akan tenggelam pada 2050 sehingga pemerintah disarankan untuk segera melakukan upaya antisipasi, salah satunya dengan membangun dam, kata seorang guru besar. "Pemerintah Indonesia bisa mengadopsi sistem perairan seperti di Negara Belanda yakni dam sebagai upaya mengantisipasi tenggelamnya ibukota," kata Guru Besar Oseanografi Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Safwan Hadi dalam diskusi Ikatan Sarjanan Oseanologi Indonesia (ISOI) dengan wartawan di Kantor Menko Kesra, Jakarta, Jumat.

Safwan Hadi menjelaskan, pada 2050, air yang menggenangi Jakarta bisa mencapai setengah meter. "Jakarta rawan genangan pada 2050 dan ketinggian air bisa mencapai setengah meter dan itu baru dari pemanasan global saja, belum dari badai dan aktivitas pasang surut," katanya. Ia menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian, pada saat ini terjadi penurunan permukaan tanah di Jakarta sebesar 12 centimeter per tahun karena beban bangunan dan pengambilan air tanah.

Menurut dia, empat kecamatan di wilayah Jakarta Utara yang rawan tergenang air adalah Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok dan Cilincing. "Empat kecamatan tersebut merupakan wilayah di Jakarta yang paling rawan," kata Safwan. Karena itu, kata dia, pemerintah disarankan untuk mengadopsi sistem perairan seperti di Belanda, yakni pembuatan dam dan tanggul-tanggul untuk mencegah masuknya air laut ke darat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga disarankan untuk segera melakukan reklamasi pantai seperti yang sudah direncanakan selama ini.

Dengan demikian, kata dia, diharapkan kekhawatiran terhadap akan tenggelamnya ibukota Jakarta bisa diminimalisir atau dihilangkan sama sekali. Dia mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dihimpun oleh ISOI pada 2100 seluruh wilayah di Jakarta terancam terendam air dengan ketinggian antara 40 hingga 50 cm. "Karenanya pemerintah harus segera melakukan berbagai upaya antisipasi," katanya.

----------------------------------------------------------



Rawan Amblas, Jakarta Terancam Tenggelam
Sebagian besar Kota Jakarta diprediksi akan tenggelam atau ditelan laut pada 2050

Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, amblas 






Senin, 20 September 2010, 00:02 WIB

VIVAnews – Amblasnya jalan RE Martadinata sepanjang 103 meter, Jakarta Utara merupakan peringatan bagi pemda Jakarta. Bahkan, para pakar dan aktivis lingkungan sudah mengingatkan ancaman lebih besar terhadap Jakarta, khususnya Jakarta Utara. “Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) sudah memperingatkan Jakarta akan tenggelam jika Pemda Jakarta tidak peduli dengan pembangunan yang mengabaikan lingkungan,” ujar Selamet Daroyni, direktur Keadilan untuk Perkotaan Institut Hijau Indonesia kepada VIVAnews.com di Jakarta, 19 September 2010.

Peringatan itu disampaikan kepada Pemda DKI Jakarta sejak awal 2008. Isinya: Sebagian besar Kota Jakarta diprediksi akan tenggelam atau ditelan laut pada 2050. Penyebabnya, permukaan tanah terus menurun, banjir rob atau air laut pasang kerap menerjang, banjir kiriman rutin datang, proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut, serta arus laut yang bersifat merusak (abrasi). “Kami perkirakan sebagian Jakarta mulai tenggelam pada 2030,” kata Selamet. Perkiraan ini bisa terjadi bila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak segera mengantisipasi. Apalagi, hampir 50 persen wilayah Jakarta sangat rawan amblas, khususnya Jakarta Utara.

Amblasnya Jalan RE Martadinata, menurut dia, adalah salah satu pertanda buruk. Tanda buruk lainnya yang sudah pernah terjadi adalah banjir rob besar yang menenggelamkan jalan tol Bandara Soekarno-Hatta pada 2008, jebolnya Situ Gintung setahun kemudian, dan tahun ini banyaknya tanggul jebol. Itu termasuk jebolnya tanggul penahan air sepanjang 115 meter di bantaran saluran Kanal Barat yang terletak di jalan Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

http://fokus.news.viva.co.id/news/re...arta-tenggelam

--------------------------------------------------------


Khayalan    ARTIS  tentang Jakarta 15-25 tahun ke depan ...


 Jakarta 2010

























 Jakarta 2030

























masih...  Jakarta 2030


































Jakarta 2050
























Indahkan IbuKoTa Indonesia di Luar JAWA ....




Sumber  :  http://www.kaskus.co.id/