Detektif Swasta Indonesia

Profesi yang misterius dan sulit ini ternyata diam-diam sudah cukup lama berkembang di Indonesia. Menurut kabar lahan kerja di bidang ini sudah mulai marak di tanah air pada dekade 80an. Banyak sudah kasus yang mampu mereka selesaikan dengan baik. Konon banyak orang asing yang menyewa jasa mereka.

Saat membayangkan mereka mungkin gambaran yang muncul adalah orang-orang dengan senjata pistol (mungkin dengan peredam pada laras, mirip James Bond), dilengkapi dengan peralatan canggih, dan jago berkelahi. Ternyata gambaran seperti itu jauh dari mereka. Justru penampilan yang sangat wajar dan menyatu dengan lingkungan yang mereka andalkan. Penyamaran dan kemampuan mengorek informasi adalah senjata utama mereka.

Mengapa profesi "detektif swasta" bisa muncul di Indonesia? Apa karena pihak kepolisian sudah kerepotan menangani pelanggaran hukum di Indonesia? Ternyata tidak sesederhana itu permasalahannya. Ada banyak motif yang melatarbelakangi kebutuhan beberapa kalangan akan jasa mereka.

Sebenarnya belum ada peraturan yang membenarkan badan usaha sekuritas swasta untuk melakukan investigasi (penyidikan) terhadap tindak pidana. Izin yang ada hanyalah untuk jasa keamanan dan pengamanan. Tapi pada perkembangan berikutnya mereka juga mulai memiliki agen-agen yang bertindak sebagai detektif bagi client. Mereka disebut-sebut sebagai Private Investigator (PI). Dan tak lama kemudian ada semacam toleransi untuk tim investigasi dari pihak swasta ini untuk melakukan operasinya. Malah belakangan mereka mendapat pelatihan khusus dari kepolisian. Tentu saja ada batasannya. Wewenang tim ini hanya sebatas membantu pihak terkait dalam penyidikan, saling tukar informasi yang dibutuhkan. Itu dikarenakan secara resmi hanya lembaga tertentu dalam pemerintahan yang berhak melakukan suatu penyidikan.

Dalam dunia kepolisian di Indonesia, jabatan detektif sebenar tidak ada. Bagian yang menangani masalah kriminal biasanya disebut reserse. Dan petugasnya dikenal dengan sebutan penyidik. Begitu juga dalam dunia investigasi swasta. Mereka lebih suka disebut penyidik atau tim investigasi. Tim investigasi swasta ini bisa disewa oleh siapa saja. Baik oleh perusahaan, lembaga, atau perorangan. Yang penting sanggup membayar tarif yang sudah ditentukan oleh mereka.

Dunia investigasi swasta di Indonesia pada awalnya banyak dirintis oleh orang-orang yang berasal dari luar Indonesia. Mereka melayani kebutuhan warga atau perusahaan asing yang ada di Indonesia. Kemudian beberapa petinggi militer dan kepolisian Indonesia yang sudah memasuki masa purna tugas mulai ikut memotori pembentukkan lembaga swasta yang bergerak dalam bidang yang sama. Mungkin karena keberadaan tokoh-tokoh ini yang akhirnya melahirkan suasana toleransi dari pihak kepolisian untuk membiarkan mereka ikut dalam beberapa penyidikan.

Berkaitan dengan hal yang sama, beberapa waktu yang lalu sempat timbul gejala-gejala akan hadirnya para pemburu hadiah. Itu karena ada beberapa kalangan yang mengusulkan agar pihak-pihak yang terlibat dalam penyelamatan harta negara yang digelapkan koruptor juga mendapat penghargaan semacam insentip. Menurut kabar, hal ini memang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2000. Saya pikir ini akan melahirkan tim investigasi dadakan, baik resmi ataupun tidak. Apa lagi jika terjadi persaingan antar tim penyidik (investigasi). Bisa kacau nih. Kalau begitu, pilih saja kasus korupsi yang melibatkan harta negara dalam jumlah trilyunan rupiah. Pasti intensipnya besar sekali. Lumayan.

Apapun itu, mungkin anggapan yang diharapkan timbul adalah sepanjang tidak melangkahi wewenang kepolisian dan tidak melanggar hukum, sepak terjang mereka bisa dianggap sah-sah saja. Toh kepolisian menjadi terbantu dengan keberadaan tim investigasi swasta ini. Sayangnya, karena tarif yang relatif mahal, mereka lebih suka menegakkan keadilan untuk kalangan atas saja. Orang-orang kecil seperti kita harus berfikir berkali-kali untuk menggunakan jasa mereka. Tapi tenang saja, masih ada pak polisi. Minta tolong kepada mereka gratis koq. Dengar-dengar sih begitu.